Disperumkimtan Kota Surakarta : Rumah Warga Beratap Seng Bakal Didata

 

Disperumkimtan Kota Surakarta : Rumah Warga Beratap Seng Bakal Didata 


 

Solo, Informatika News line, 6 Februari 2026
Pemerintah Kota Solo menyambut dengan cepat program gentengisasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabobo beberapa waktu yang lalu.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan pihaknya akan melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang masih menggunakan atap seng, sebagai lanjutan dari seruan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.
    
Menurut Respati Ardi proses pendataan itu akan dikerjakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperumkimtan) Kota Surakarta/Solo.


Baca Lebih Lengkap Di Situs Pilar Berita

Lihat Link Lengkapnya di bawah ini

http://pilarberita-kotabatu.newmediatelecom.my.id/2026/02/disperumkimtan-kota-surakarta-rumah.html
 

“Nanti akan kita data rumah warga yang masih beratap seng melalui Perkim,” kata Respati di Solo, Kamis (5/2/2026).


 

Respati menegaskan, program gentengisasi tidak dimaksudkan untuk mengganti atap rumah warga yang sudah menggunakan genteng.

Fokus utama program ini adalah memberikan bantuan kepada masyarakat yang hingga kini masih tinggal di rumah beratap seng.

“Bukan mengganti genteng yang sudah ada. Tapi Pak Presiden Prabowo ingin membantu rumah warga yang masih beratap seng agar bisa diganti genteng. Usulannya nanti dari pemerintah daerah,” jelas Respati.

Dengan pendataan tersebut, Pemkot Solo berharap dapat segera mengusulkan bantuan penggantian atap seng ke genteng, sehingga kualitas hunian warga menjadi lebih layak dan nyaman.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto, menekankan pentingnya peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui gagasan program “gentengisasi”.

Arahan tersebut disampaikan kepada para kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, yang disiarkan secara langsung pada Senin (2/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti masih maraknya penggunaan atap seng pada rumah-rumah warga, khususnya di wilayah perdesaan.

Presiden menilai, kondisi tersebut sudah seharusnya ditinggalkan karena atap seng dinilai kurang layak.

Selain menimbulkan panas bagi penghuni rumah, seng juga mudah berkarat sehingga tidak ideal digunakan sebagai atap hunian jangka panjang.

“Maaf ya, saya lihat hampir semua desa dan kota masih banyak rumah yang gentengnya dari seng. Ini panas untuk penghuninya dan juga berkarat,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa penggunaan seng sebagai atap rumah tidak sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan nyaman.

Program gentengisasi ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah), yang bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan dan permukiman dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Akan tetapi seruan Presiden ini tidak mudah dilaksanakan. Pasalnya genteng adalah produk industri rumahan yang tidak di sembarang lokasi bisa berdiri. Di Pulau Jawa sebagian besar rumah menggunakan genteng, karena memang industri genteng ada tersebar di seluruh Pulau Jawa.

Akan tetapi di Pulau Sulawesi dan Kalimantan misalnya. Industri genteng sangat langka ditemukan. Karena masyarakat tidak mengenal industri genteng ini. Sebagian besar rumah di Sulawesi misalnya tidak menggunakan genteng, karena memang tidak ada industri genteng rakyat seperti yang ada di Pulau Jawa. Dalam reportasenya di Sulawesi Selatan dan sekitarnya, Informatika News Line menemukan fakta bahwa sebagian besar atap rumah di Sulawesi Selatan tidak dibuat dari genteng.  

Bukan hanya terkait dengan industri. Seruan Presiden ini juga rentan terhadap latar belakang budaya dan adat yang ada di beberapa lokasi di Indonesia. Di sejumlah lokasi tanah air, bahkan budaya dan adat malah melarang penggunaan genteng tanah di atap rumah, sehingga masyarakat adat ini malah lebih memilih seng atau bahkan beratapkan rumbia saja.

Sejumlah ajaran penting dari Pangeran Diponegoro di Sulawesi misalnya meminta agar pengikutnya menggunakan atap rumah bukan dai bahan tanah liat. 







Pembicaaran Netizen di sebuah kanal media sosial terkait dengan atap genting

iqbal.aji.daryono. Edited•69w
Kenapa gak ada genteng tanah di Sulawesi? Bukannya Sulawesi itu panas, dan atap seng membuat semuanya lebih panas?

1. Gak ada produsennya. Kenapa?
2. Orang sini gak suka rumah adem. Masa sih?
3. Gak ada tenaga tukang pemasang genteng tanah. Pasti kalo itu. Gak ada produsen, gak ada demand dan sekaligus gak ada supply.
4. Impor dari Jawa mahal. Diangkut pake kapal ya berat. Tapi kenapa harus impor? Apa gak ada lahan yang tanahnya oke buat bahan baku genteng di sini?
5. ?

Semua poin di atas itu mengandung pertanyaan dan asumsi. Belum ada yang bersifat jawaban terang. Tolong bantu saya. Rasa penasaran ini sangat menyiksa.

thegreatmazbud
 68w
Setau saya yg pakai genteng cuma di Jawa Madura Bali dan sebagian lombok, seumpama diluar Jawa ada maka bangunan pakai genteng itu biasanya peninggalan VOC, seumpama bangunan modern tentu itu pemiliknya adalah orang yg kaya raya

mahendrawirasakti
 69w
Katanya sih kalau di Palu, wabil khusus orang Kaili, mereka menganggap rumah yang pakai genteng tanah secara filosofis seperti tidur di bawah tanah, jadi kesannya kayak sudah meninggal. Itu juga katanya 😢


wahyu_bapakenadia
 69w
Saya pernah menanyakan hal yg sama mas Aji waktu sy tinggal di Manado. Katanya krn sering gempa jd genteng lebih berbahaya, intinya takut kejatuhan. Pernah jg ada yg bilang kan nanti mati  dikubur di tanah jd tdk mau klo msh hidup tinggal di bawah tanah juga (genteng dr tanah kan)


sulikahmamaluns
 69w
Dari sulawesi utara ini dah migrasi ke jawa. Betul..dulu rumah kami di Manado jg pake seng. No genteng.

aisyah_fahrial
 69w
Saya pernah tinggal di Makassar Sulsel 10 tahun mas 😊 coba kanda @hasriadi_masalam , tolong bantu mas @iqbal.aji.daryono ini 😊

es.tari
 69w
Skripsiku dlu ttg kualitas tanah sbg bahan baku genteng mas.. ambil sampelnya di Srandakan..hasil lab menyatakan kualitas tanah di sana hanya sedikit lebih rendah dr kebumen. No 1 tetap Jatiwangi (Jabar). Tipe lempungnya khusus. Dlu jaman aku kecil di Sanden n Srandakan masih bisa dijumpai pengrajin genteng rumahan...bikin batu bata dan ngobong bata utk bangun rumah sendiri. Tp skrg kyknya SDH jauh berkurang, LBH fokus ke tani n niaga. Aku pernah tinggal 6 bulan di Luwu timur, sepanjang mata memandang..atapnya memang seng. Mungkin kemudahan mendapatkan atap di sana memang seng..

ofpurnama
 69w
Kalimantan juga gini, seng semua..


munamadrah
 69w
Sependek pengalaman saya dolan ngetan...koyone nganggo seng kabeh...walaupun yakin pasti orang Indonesia Timur yang juga sudah  pernah ke jawa sudah kenal genteng, pun yo ora ono sing inisiasi dodolan genteng. Bahkan kayane gedung2 pemerintahan juga nggak pakai genteng.


christbangun
 69w
ketoke faktor tanah bahan baku…

aspiyahkedua
 69w
Rmh saya d kalimantan jg pakai seng Pak Guru, karena kalaunpakai genteng, pas hujan angin, gentengnya melayang smua😂

sisca_guzheng_harp
 69w
Hipotesa saya: hanya jenis tanah tertentu yg bisa dibuat genteng. Basically tanah liat/ tanah lempung/ tanah merah (tanah dengan kandungan mineral tertentu yg jadi bahan CLAY). Bukan tanah gembur justru. Trs dicampur pasir tertentu pula. Kalau bahan ini harus datengin dari pulau jauh, biaya produksinya muahal banget krn bahannya berat. Di Jabar aja yg beken banyak pabrik genteng cuma Jatiwangi, krn tanahnya cocok.

lutfiretno
 69w
Karena ga ada yang bikin. Rumah tradisional di Sulawesi pakai bahan dari kayu atau daun. Mereka ga kenal genteng.

amirull_setiawan
 69w
Di Jayapura juga begitu 


(MIG)







0 Komentar